One small step

19:55

Semuanya sudah di penghujung.2020 kini seperti hujan lebat,menangisi segala yang telah berlalu,awan bungkam dan kelabu.Namun di setiap penghujung kita harus sedar akan ada permulaan yang baru.Hidupkanlah jiwamu.Apa-apa saja yang telah kita harungi,telah pun berlalu.


Sekarang,jalan terus.Benar impian itu yang menghidupkan.Ini saya kira kata-kata semangat yang akan terus menyuburkan jiwa saya dan tetap kuat untuk kecapi apa yang ada di hadapan.
Yes,life is uncertain.But why would you let yourself in that same loop of disappointment, live and soar higher.Do not succumb in the past - dwelling in all the sadness and sorrow.You have the power to be better,then be it.


Take one small step at a time.One wise friend once told me if things seem to be out of your capacity and you are starting to feel the burden and the fear of not being able to cope with what life is throwing at you,take a paper and write down the things.Then,as you try to figure it out and settle them one by one,scratch the one that you have accomplished.There you go, a small achievement.You deserve a pat on the back.


As for 2021,I would like to focus on my passion as that will push me to achieve it.Let us start small and achieve it one by one.Academic wise, that falls into the scope of responsibility.Yes,our grades do not define us.Tetapi jika berjaya dalam pendidikan itu yang akan membawa kita jauh mencapai impian-impian lain dan menjadikan kita lebih cemerlang dalam segenap aspek,maka itu juga impian yang layak diletakkan sebagai prioriti bukan.Makanya,saya selalu meletakkan apa yang saya minat itu sebagai penolak untuk mencapai kejayaan dalam akademik.


Goals for arts - to produce postcards and art prints.Goals for final year - I hope that I will be able to do my internship at a counselling centre or anything related to psychology and pick the right topic for my final year project.A lot of readings is required.I hope that my topic will be beneficial and impactful to the community.


Start wherever you are,start now.


I already have a list of my fav lyrics and poems for the postcards.Hoping that I will make good use of this coming semester break to paint and start applying for internships.


Slow down,don't rush things.There are things you can see only when you slow down.
Let us do something special on 1 January 2021
It falls on Jumaat,a plus point.


    -Read al-kahf (at least 1-10 and 100-110) and read the tafsir


    -Have a sip of your favourite drink- be it dalgona,latte,green tea (with a spoonful of              honey) or hot choc


    -Write,yes please.Jot down what you feel anywhere,be it on a small piece of paper and          put it in your wallet.Let's do this so that on certain gloomy days you can read it and              realize how you've had a good start on 1st of January.


    -Dress nicely- to impress yourself!Put on that make-up,wear something that makes you         feel good,just do it -it is a start of something new.


    -Let's maintain good hygiene this year,a clean and fresh you shows how much self-                respect that you have on yourself.Plus,it's jumaat - Trim your nails,shave,and put on             perfume


    -Okay,now -SELFIE!This would be the first picture in your album of 2021.Oh,please             smile!


    -Whatever heavy feelings that you bring from 2020 or difficult emotions that you cannot     resolve,it is okay.Let me reassure you,it is okay to feel that way ( we will talk bout this         soon in 2021)


    -Hey,smile!


We are good to go,2021 is going to be an amazing year.Life is uncertain,let it be.As long as we are certain of our purposes in this world,even if we do not come into terms with certain aspects of our life,as long as we have the will to keep living,you are going to be okay.


Adios!For everyone who supported me right from the start of @farrahwhoart,I need to say this - I love all of you for doing so.Thank you,that meant so much to me.

                                                                                                                 Between what is said 

and not meant

and what is meant

and not said

most love is lost 

- Kahlil Gibran

sambal tuk tuk

Sambal Tuk Tuk

02:23

 Assalammualaikum,

Alhamdulillah penghujung tahun ini kegembiraan datang semula dalam caranya tersendiri.Hidup kita pastilah bukan yang manis-manis sahaja tetapi kebahagiaan itu kita sendiri yang perlu cari dan nikmati.Mungkin kebahagiaan datang dalam sekecil-kecil perkara seperti menikmati tenangnya senja ataupun menulis dalam jurnal.Punca kebahagiaan kita semua berbeza.


Salah satu kebahagiaan utama adalah makanan.Mak selalu mengingatkan saya agar memasak perkara-perkara mudah seperti mi goreng atau nasi goreng.Tetapi,jujurnya saya lebih suka menikmati masakannya dan acapkali ketika menemaninya memasak di dapur Rumah Mak, pastinya mak akan mengarahkan untuk mengupas bawang putih dan menghiris bawang merah.Itu sahaja skil saya yang paling okay, hahaha.


Namun, apa yang paling membahagiakan adalah apabila saya mencuba-cuba membuat Sambal Tuk Tuk yang saya belajar daripada blog Hanis Zalikha atau ibunya, Puan Nani Rostam kerana saya adalah pembaca tegar blog mereka ketika di sekolah menengah.Kerana saya rasakan resepinya begitu mudah dan saya juga pencinta ikan bilis,maka saya berikan sedikit Sambal Tuk Tuk pada mak.


Mak mengatakan betapa dia suka akan sambal itu dan sedap dimakan begitu saja dengan nasi panas.Maka berbunga-bungalah hati saya walaupun itu hanyalah pencapaian kecil, besar maknanya untuk saya.


Tahun lepas,ketika ulang tahun terakhir mak yang ke-68 tahun (yang pastinya tidak saya jangkakan sebagai yang terakhir kali), selera makan mak sudah susut maka saya membuat sambal ini untuk mak.Ketika menghulurkan sambal,saya beriya-iya sungguh menyuruh Mak merasa sambal itu kerana bimbang mak tak akan jamah dek kerana seleranya yang berkurang.Maka,itulah sambal Tuk Tuk yang terakhir buat mak.


Ramadhan kali ini Uncle Daniel yang juga pencinta sambal Tuk Tuk meminta saya menyediakan sebekas sambal untuknya sebagai pembangkit selera untuk dijamah ketika sahur.Penghargaan sebeginilah yang membuat saya bahagia sendiri.Kebahagiaan itu sebenarnya hadir kerana ketika menyediakan sambal ini ingatan utamanya adalah pada mak.


Mungkin kebahagiaan itu kita sandarkan pada kerinduan.Maka apa-apa saja perkara yang mengingatkan kita pada seseorang yang kita rindui dan sayangi,hal itulah yang menghidupkan kebahagiaan dalam diri kita.


Tidak lengkaplah penulisan kali ini jika tidak saya kongsikan resepi Sambal Tuk Tuk.Mungkinkah kamu juga menemukan kebahagiaan pada sambal ini?




Bahan- bahan


Ikan bilis 
Bawang merah/Bawang besar
Bawang putih 
Cili merah
Cili hijau
*kuantiti terpulang 


Cara-cara


1.Belahkan bawang merah kepada empat bahagian,bawang putih cukup sekadar potong dua
2.Hiriskan cili merah besar-besar,cili hijau tak perlu potong pun tak apa :)
3.Gorengkan bahan-bahan ini dengan sedikit minyak (tidak perlu terlalu lama,sekadar hingga warna bertukar keperangan dan naik bau)
4.Angkat dan toskan minyak,ketepikan
5.Goreng ikan bilis (kalau suka garing,biarkan lama sikit)
6.Masukkan kesemua bahan yang digoreng dalam lesung batu dan ambil sedikit ikan bilis,
apalagi silalah tumbuk sekarang :p
7.Perah limau kasturi atau lemon dan gaulkan (jika anda suka)
8.Gaul sambal itu dengan ikan bilis yang sudah digoreng tadi*
*Jika anda nak tumbukkan kesemua ikan bilis dengan bahan-bahan utama pun boleh,cumanya saya lebih suka jika ikan bilis diletakkan on top of sambal.Ikan bilis yang kita dah tumbuk tadi menimbulkan rasa-rasa rangup dan ditambah pula ikan bilis yang garing


Sekian,perkongsian saya kali ini.Cubalah,mungkin sambal ini akan jadi kegemaran anda juga. 😆😄


Tersirat

21:15

Lama sekali rasanya tidak menulis.Maka berjilid-jilidlah perasaan yang terbuku dalam kamar hati.Biarlah malam ini saya berbicara dengan lenggok sastera ya.Terkadang penulisan yang tersurat tidak mampu menerangkan rasa-rasa yang terlalu dalam.

Dua ribu dua puluh dalam usia dua puluh dua tahun ini mendidik saya begitu banyak.Salah satunya redha dan ikhlas,Memang tidak mudah.Seringkali hati kecil ini merasa sudah cukup baik tetapi apabila menghadapai ujian yang tidak pernah saya sangka - ternyatalah saya bukanlah manusia sempurna.Masih ada perasaan terpaksa dalam berbuat kebaikan.


Kadang-kadang saya mencari jawapan daripada sisi psikologi dengan cuba memahami perspektif dan rasa hati manusia lain.Jujur,saya tidak mampu.Akhirnya hanya meletakkan kesungguhan dan melepaskan pada Tuhan yang akan membuat hati kembali berdamai dengan jiwa.


Sukar.


Mungkin kita perlu ambil masa,duduk dan menghadapi hari-hari dengan cuba menyesuaikan diri dengan jamuan kehidupan.Setiap kesukaran dan masalah itu mungkin adalah cara Tuhan menghidupkan jiwa saya.


Benar, 2020 ini mungkin tahun yang mencabar daripada segenap aspek.
Impian yang selalu saya katakan menghidupkan jiwa,kini rasanya terlalu jauh umtuk digapai.
Tapi jangan gusar,impian itu masih menghidupkan saya.Jika tidak,mana mungkin saya di sini masih menulis.

Rindu sekali hendak meluahkan rasa,cumanya beberapa bulan ini tiada rasa hendak menulis melainkan hal-hal seperti mencatat peralatan seni yang telah saya beli ataupun hasil daripada berkarya.
Satu perkara yang terus bergerak dalam diri saya pada 2020 ini adalah sisi seni.Alhamdulillah.☺️🥰

Saya sebenarnya,baik-baik sahaja.Cuma penulisan kali ini tampak begitu suram,kan?Mungkin kita semua mengharapkan yang terlalu indah untuk 2020,mungkin saya sahaja yang begitu.Akhirnya,kemudiah kita dipatahkan oleh pengharapan sendiri.
Maka carilah kebahagiaan dalam dirimu sendiri


Menuju akhir 2020,saya bersyukur masih bernafas.


2020

Second half of 2020

01:23
Hello and assalammualaikum,

If I am writing here after a long time,it would mean that - I am on the verge of doing my last minute assignment and I need to write just to express what is deep inside and to be okay again.This is my bad habit and I know,I know I should stop PRO-crastinate.

Sekejap saja,kita dah di pertengahan Julai.Saya harap penggal kedua 2020 ini membawa kebaikan dan kegembiraan.I read something about emotional differentiation,shared by a psychologist in twitter,and that changed the way I think.If we have no control about a situation then why do we let it consume our energy and affect our moods.Say no to negative things that are out of our capacity.I tried not to overthink things that is out of my control and that made me feel better.I do realized that I cannot be positive allll the way (that is toxic positivity,and someday it will consume me too).

To acknowledge that happiness come from within will also make you aware that you are what you feed your soul.Talking bout that I think I need to get myself a cup of hot green tea,with a spoon of honey and a slice of lemon.Yep,I will.

Alhamdulillah, so far my art journey has been so exciting as I stepped out of my comfort zone and started to use new medium which is acrylic.But,my love for watercolour will remain as always.It makes me happy that my orders are increasing and most importantly a lot of these lovely people are asking me to paint for their loved ones.Beautiful soul and hearts.May Allah bless them.

As I paint on canvases and papers,the designs that they desired,I keep reminding myself that I need to do my best as what I am projecting on the canvas is their act of showing their love and appreciation to their special ones (be it family,friends or their significant other).I only hope that everytime their loved ones lay their eyes on the paintings,it would remind them the love and memories that they had with that person.

I had my time of disappointment too, when the visuals of the painting that I desired did not turn out to be the same.But, it's okay,I can try again until I am satisfied with the outcome.Will try my best to deliver your happiness and love hehe.

This online learning works well for me,I think.I am enjoying it.Plus, I am blessed with good groupmates.I wish that I can ace this semester get higher grades than last semester (InsyaAllah,do pray for me).My prereg for the incoming semester was smooth,and I get to register myself in Clinical Psychology class which I intend to specialise in the future.InsyaAllah.

One thing about 2020 is that,despite the lockdown and adjusting to new norm,if it is still hard for you to find the blessings amidst of Covid-19, please do say Alhamdulillah as you are surviving this pandemic (if you are still reading this).The fact that we are still here,breathing, is a gift from God.Semoga kita selalu pilih untuk melihat kebahagiaan dalam sekecil-kecil perkara.

I will write about EEG and IMHRC in the coming post.Need to go back to psychology after so longgg.

Goodnight.




lapangan terbang

Terbang dan Gusar

02:25


Lapangan terbang selalunya menyimpan seribu satu rahsia hati.Gembira dan duka,tangis dan tawa,serta kegusaran yang bersarang dalam setiap hati.Ada yang gusar jika terlepas kapal terbang,ada yang gusar jika wajah yang dinanti di pintu ketibaan tidak muncul.Ada yang gusar melepaskan yang tersayang walaupun selalu dikatakan jauh di mata tetapi dekat di hati.Setiap langkah di lapangan terbang pastinya penuh hati-hati, kerana setiap diri itu akan meninggalkan atau ditinggalkan

Pagi itu perasaan bercampur baur.Ada segelumit perasaan yang sungguh gembira tetapi juga tersimpan sedikit gentar.Ini adalah pertemuan sekaligus perpisahan.

Wajah yang bakal terbang pergi ditilik dalam-dalam mencari ukir di hujung bibir namun sedar ada yang tersirat dalam bola mata.Walaupun segan mula bertapa di redup mata tetapi pelupuk mata sedar mungkin saja ini peluang terakhir untuk menatap fizikal.Ada gelora dalam jiwa, ada hati yang mulai terbit kerinduan walaupun jasad sang istimewa masih ada.Kerana diri sedar, beberapa jam lagi yang di hadapan ini akan terbang jauh mengejar impian.

 Lalu kegusaran kembali mengetuk pintu hati,gusar termangu sendirian.Percaturan antara hati dan minda semakin hebat.Minda katakan, ini hanyalah sebuah lagi agenda hidup.Hati dalam ruang yang semakin sesak di dasarnya sudah mula menongkah harapan, memujuk diri yang memang kita boleh terbang setinggi langit tetapi takdir akan selalu menjadi rahsia Tuhan.Lepaskanlah.Biar terbang bebas.

Bebaskah hati jika melepaskan?

Waktu terus berdetik,perlahan atau pantas itu semua atas perasaan.

Rakaman foto tidak akan pernah setara dengan rasa hati.Namun, foto akan terus ada mempamerkan keindahan pada ruang waktu itu.Foto memerangkap momen dan menyulam setiap rasa-rasa yang tersisa.Foto akan selalu ada dalam lipatan sejarah,walau hati berubah.

Kini sudah tiba waktu untuk segala yang terakhir.Senyum,tangis dan peluk.Di hujung senyum ada tangis yang ditahan di tubir mata, dalam dakapan erat yang terakhir ada bibir yang mengungkap rasa sayang.Dalam hiba masih ada gusar.Berkira-kira untuk melahirkan cinta dan kasih.Biarkan saja, kita tiada masa untuk berselindung di sebalik perasaan yang mencengkam jiwa.
Kalau tidak dizahirkan mungkin saja tiada lagi peluang dan ruang.

Gusar, pergilah jauh-jauh.Hati ini tidak daya untuk mengizinkan lagi ruang untukmu.

Farrah,
15 April 2020

covid 19

DUDUK RUMAH

02:06
Assalammualaikum, semoga kita semua dalam kesihatan yang baik.

Sudah hari kelima semenjak perintah kawalan pergerakan di Malaysia dijalankan.Alhamdulillah, dapat bersama keluarga.Buat rakan-rakan yang ada di kampus universiti masing-masing, semoga kalian dalam keadaan yang baik.

This night hits differently, after reading news and keep scrolling on social media about the updates of Covid-19 especially in Malaysia,I feel bad tonight.It is a bad time for both of our physical and mental health.It must be tougher for the people that are actively engaged in combatting this virus.What we can do the most is to stay at home.

I feel as if we(I) took things for granted - a lot.The hugs,kisses and handshakes that were once an act of expressing love are now the actions that are prohibited to prevent the spread of virus.Our loved ones are so close yet so far.At times like this, I realized how important is the friendly gestures of the strangers in our life.We may not know each other but the warm smile,respectful nods and small talks by the people that passed through our life actually mean A LOT.We are keeping a distance from each other, yet we are all in this together.Together.

I feel grateful to be home with my dear family, I still remember contemplating whether to go back home or stay on campus last Monday.Called Ainun - cause I knew she would say "Baliklah,Farrah".Went back home with my family in the evening, and at 10 pm the prime minister announced the implementation of Restricted Movement Order (RMO).

This remind me of 2009 - the virus outbreak of H1N1.The memory is still fresh in my mind.That rainy morning in school as the assembly was held in the hall, most of the student were wearing masks.It was during Ramadhan, I had some of the symptoms so I went for a check-up at a clinic and was quarantined in my room for a few days.It feels weird not to fast during Ramadhan due to the symptoms.Alhamdulillah, I recovered.

This 2020 is like a wake up call.We keep saying that time is going so fast and when we are ordered to stay at home for these two weeks, it is a crucial time to do some major reflections on life.To reassess what we have been doing in our life all this time - are we running towards the goals in our life.Are they necessary?

Everyone knows I am that type of - I have dreams and I am living to turn my dreams into reality.But this time, I am thinking whether the dreams are worth it anymore.Sorry if I sound to be pessimistic.I need to be real here - my blog is my safe space.Also, I won't have enough time to write this in my journal so I keep it here.

When I was small before going to sleep I like to ask my parents - "Ummi, Abah how was your childhood time?" Ummi would share how she took care of her siblings and Abah would excitedly told how he prepared kuih with her mother (sadly, I never met my grandparents from my father's side.They've passed away.) early in the morning to be sold at the warung.Some nights when I shared the bed with my young aunties at rumah Mak I used to ask them "Cik Nani, Cik Adzim ad Cik Ah did all of you enjoyed your high school time?".They would talk and talk and talk with endless jokes in between.They laughed and teased each other until one of them was annoyed and we finally felt asleep.It was hot and I started to feel uneasy, I went to the bathroom and drenched my shirt under the shower,squeezed it and put it on.Only then I felt comfortable to go back and sleep.Sorry Cik Nani, I know you would have hated me for making your bed wet. T_T 

Hey, I've gone too far from the topic.But, writing about the past makes me feel good.We had a good time and we will go through and come out stronger,insyaAllah.

Spending extra time with my family, where each one of us is in our home (baiti jannati) ; That is truly a blessing in disguise.This time, at 22 I get to listen to my parents sharing about their childhood story again at the dining table.I get to learn how to play 'dam' and what it means to 'naik haji' hahaha.I was away from home these few years, minus that long semester breaks and I think I do miss seeing how Saffa and Mukhreez are doing at home when Sofea and I are away.I mean we are at home all day long,this time.Everyone is at home.It feels different.Now ,I do know that I can count on Mukhreez to sweep the compound of the house :P All those board games that were stacked under my bed (which I was considering to give to my younger cousins) are indeed useful now.

Alhamdulillah.Let us choose to see the beauty in small things that will later teach us that these things actually means a lot.

I pray that my family and friends with their loved ones are under the protection of God.
Esok hari keenam,duduk rumah baik-baik ya.Kalau rasa dah tak tahan nak keluar,berjalanlah sekejap di halaman rumah.Lebih afdal, bangun pagi dan nikmati cahaya mentari sambil lakukan regangan ringan.Kemudian kalau kamu tak ada assignment, ambillah masa terluang ini untuk selami skil kamu yang terlindung itu ^^ Siapa tahu kan?Bacalah dan bacalah.Kalau penat,tutuplah media sosial dan berhenti baca berita terkini,bacalah komik atau bahan bacaan yang menenangkan.Kadang-kadang waktu begini adalah baiknya juga jika kita perbaiki bacaan dan hafalan surah ataupun cuba fahami terjemahan al-Quran.Saya sendiri waktu begini bersyukur kembali berasa dekat dengan Tuhan - nikmat apalah lagi yang hendak kita dustakan.

Kesihatan fizikal dan mental kita sama-sama penting.

Semoga kita diketemukan dengan kasih sayang Tuhan dan dalam kesihatan yang baik.

Jaga diri, duduk rumah.Untuk setiap yang saya sayang,semoga kita dihindari daripada wabak Covid-19.Pilihlah untuk melihat kebahagiaan pada sekecil-kecil perkara.Bersyukurlah dengan apa yang kita ada.Semoga diberkati para petugas kesihatan serta setiap satu daripada kita yang berusaha meringankan tugas yang lain.Kita semua perlu satu sama lain pada waktu genting begini.

Salam sayang,
Farrah.

before you let go

Before Sunset (2004)

14:36
9 years later

His book became a bestseller, the story about 9 years before.
She showed up, they talked about the promise they once had.

Averted gaze.In denials.

They are playing around with their own feelings.Why would one only wait until there is no more time.

Asking for extra time, wishing that the other one would never go.Just a lil bit more.
A few minutes more.

The extra one is always special, it makes you realize
that you are
on the edge
of letting go
and
to hold dearly.

Simultaneously contradicting.
Bitter truth.

Or --

if the feelings are mutual, should they spare some more time for each other

Time
Uncertainties
Risks

Will there be a next time?

...

Because this movie is too good, I am taking my sweet time to enjoy each words, watching their expression, all the little moments that matters.



p/s : You can never replace anyone cause they are made of beautiful specific details

#BeforeTrilogy #ifIwriteaboutamovie #itmeansthatitisgood #whyareyou #readingthehashtag

😜

AFS

A Host Sister from Italy

12:24
Last semester break, my family is grateful with the opportunity to host an AFS exchange student from Italy in conjunction with The 8th International Friendship and Cultural Camp (IFCC)  that was held in SK Air Merah.

Back in my secondary school, when I was in form 3 and form 4 there were two exchange student from France and Switzerland respectively.I can still remember the girls in my class flocking at the door when the boy from France was walking around the school as the teacher was showing him the places in our school.Then in 2014, a beautiful Swiss girl made us all in awe and I have always waited for her to give a speech during the assembly.She once shared about her hometown, right after I reached home that day, I googled it and it was a countryside with a mesmerising view of a lake - forgive me I don't remember the place.I had this one picture with her and I hope it is still there,in one of the many files of pictures ( I should look up for it soon!).

Most of the exchange students were in my school because they have a host sister or brother that is studying in the same school and I was clueless back then how to become a host family,the procedures and all ( I secretly hope that my parents would opt to become a host family).And now, years later after I had finished school, finally I am being given the chance to have a host sister,alhamdulillah.

If some of you had read AFS Exchange Student Interview Tips , you would know how me and my friend applied for this AFS Exchange Student Programme.Seeing the foreign students flew far away from their hometown across the globe to learn and exchange new culture sparked my interest to join the programme as well.

Back to my main topic, this sweet girl named Manuela from Rome,Italy was assigned to us as a host sister for a really short three days but it was an amazing experience.Believe me, days before as Sofea and I arrived home from our uni we were nervous as how to greet her and "dia makan nasi tak?".Should we prepare vegetarian food for her,will she be comfortable to sleep in the room all alone or should Saffa accompany her and most of all,how should we make her short stay a  memorable one?All the questions were lingering in our head.

The day came, Ummi brought her back home with her buddy - Yi Wei (Teacher Soo's son).Fortunately, she is a very friendly and warm girl, initiating a conversation with her was a breeze.So the first night, we went to buy a baju kurung ( a traditional Malay attire) for her and we played a round of bowling together.The second day, there was a programme in Kampung Lindungan Raja,Sedim.The exchange students from Korea,France and Italy were being taught on how to produce coffee beans and prepare traditional food such as peknga (a type of pancake).They were also shown the way to grate the coconut which is the first step to produce santan (coconut milk).In the evening, the students had an astronomy night session where they were given chance to look at they brightest star, Sirius through the telescope.Amazing!

The third day, Manuela went for a sightseeing in Alor Star with the other exchange students.We fetched her in the evening and brought her to Penang as it was the last night.So we had a stroll in Batu Ferringhi Night Market and had some family time together.


"Would you like this one?"
              


Family time over coffee and chit chats
Abah putting down his autograph on the card
Ummi writing a card for Manuela

On the last day, we sent Manuela to school and bid her farewell.It was a pleasure to host you,Manu.Manuela gave us some beautiful souvenirs from Italy, so thoughtful of her.Hoping that I can visit her in the future, insyaAllah.
Manuela gave us a postcard and that definitely made my day! ^^

       

Lovely Manuela!

From me, to her



I really admire the exchange students who travel across the globe to expand their intercultural knowledge.I can see how they engage with the people here, mingling with people and displaying an interest in learning new things.It takes a strong will to stretch out of your comfort zone and live in a new surrounding,also learning the culture and religion.You know what, I just realize that being an exchange student in Malaysia requires so much effort cause you need to prepare yourself in regards of the religious beliefs, culture,language and also food in this multicultural country.On the bright side, you can celebrate many festivals and enjoy the rich delicacies!Hey people, go and chase your dreams.No one is going to stop you, unless YOU LIMIT YOURSELF.

Hoping that you'll come to celebrate Hari Raya Aidilfitri with us, Manuela.

Take care always.

All the best in everything you do :)

           

teruntuk kamu

Habibie dan Ainun 3

02:47
Menonton Habibie dan Ainun 3 , dari mulai tayangan itu saat melihat sosok muda Pak Habibie melirik Ainun, air mata sudah pun mula mengalir.Saya juga tertanya sendiri, eh ini belum masuk scene sedih kenapa begitu mudah menangis.Mungkin kerasa sudah lama mengikuti perkembangan Pak Habibie maka perasaan emosional dari mula sudah mempengaruhi saya.Dan setiap scene seterusnya ada saja yang membuatkan saya dalam tangis lagi.

Bila dah habis movie,Aimi yang jadi teman menonton walaupun saya pasti ini bukan genre pilihannya katakan “Eh aku pelik dari mula tadi sampai habis,hang asyik nangis”

Hahaha, saya juga bingung sendiri kenapa mudah sekali menangis.Mungkin kerana garapan filem bukan hanya berkisarkan tentang cinta Habibie pada Ainun tetapi juga tentang semangat patriotik dan usaha mengejar impian yang Ainun paparkan.

Sekuel yang ketiga ini mengisahkan kisah cinta Ainun bersama Ahmad,sepanjang Rudi melanjutkan pelajaran ke luar negara.Pak Habibie tenang dalam menceritakan kisah cinta orang yang paling dia kasihi.Kata dia, apabila menerima kita harus terbuka berkongsi tentang yang lalu supaya lebih memahami.Apa saja yang berlaku itu sudah berlaku serta mematangkan kita lagi tentang hidup ini.Sosok Ahmad yang hadir sepanjang Ainun dalam pengajian menjadi doktor,pastinya sumber inspirasi yang sangat penting bagi Ainun.Menyokong dan memberi semangat.

Cinta yang indah tanpa diiringi frekuensi yang selari daripada kedua-dua pihak mungkin tidak membenarkan cinta itu mencapai tahap optimum.Ketika Ainun dan Ahmad berdiskusi tentang masa depan dan visi, perspektif mereka tentang hidup bertentangan dengan cinta yang mereka pegang. 



Mungkin ketika inilah benar apabila orang-orang berkata cinta itu tentang pilihan.Sama ada kamu pilih cinta atau prinsip, itu terpulang pada cara kamu merencanakan hidupmu sendiri.Ada orang, cinta itu lebih prioriti daripada prinsip - maka pabila cinta yang apapun hadir, ia menerima seadanya.Ada pula yang meletakkan prinsip itu utama daripada cinta itu sendiri.Maka apabila dalam pergelutan dengan diri sendiri memilih cinta atau prinsip, ia berpegang teguh pada prinsip.Soalan seterusnya.Berbaloikah melepaskan cinta demi prinsip? Itu terpulang pada sisi pandang individu.

“Adakah kita pada halaman yang sama?”
“Kita mungkin dalam buku yang sama tetapi berbeza halaman”

Antara bait perbualan Ainun dan Ahmad.Dakapan terakhir itu adalah kefahaman tentang melepaskan walau sedalam mana pun cinta itu ada.

Filem ini memberikan sudut pandang baharu tentang cinta, kasih dan sayang pada saya.Lebih faham.

Di hujung filem, Pak Habibie katakan “ Man proposes,God disposes”.Indeed.

Untuk kamu yang pernah hadir, terima kasih.Mungkin tidak pernah saya katakan secara berhadapan - kamu adalah salah satu sumber inspirasi yang menghidupkan impian saya.Rome dan London masih di atas meja belajar, sesekali apabila perlukan motivasi dipusingkan atas bawah demi melihat gemerlapan salji kecil.Semoga setiap kali melihatnya hanya menghadirkan senyum dan motivasi untuk menggapai impian.

If not,angel.Fly,fly till there’s no more sky to reach.

Selamat tinggal untuk kesekian kalinya.



Catatan 14 Januari 2020




...


That smile 
only when you see it
then you realized
You have missed it
all along the way

Missed it
Miss it

 

Pasar Seni dan Peoni

02:09
Hari ini penulisan yang ingin saya kongsikan adalah hal hati dan persahabatan.

Januari ini, saya bertemu Aimi lagi sekali.Mungkin pertemuan kami berdua pasca persekolahan layak dinamakan pertemuan tahunan pada Januari.Meluangkan waktu bersama seharian, berkongsi update baharu tentang kehidupan masing-masing, cukup dirangkumkan hal hal penting pada satu pertemuan.Selingan makan dan bualan, kami berkongsi isi hati.



Kalau kamu tanya saya, hal yang saya selalu kagumi tentang Aimi,mungkin 2020 waktu untuk berkongsi sebuah lagi cerita tentang sahabat yang satu ini.Aimi orangnya yang selalu saya amati adalah sangat meletakkan hal kekeluargaan itu sebagai prioriti.Setiap kali Aimi membicarakan tentang ibu ayahnya dan bagaimana dia sangat menghargai sosok itu dalam hidupnya, begitulah juga saya simpulkan teman ini dikirim Tuhan adalah supaya saya selalu contohi kebaikannya yang satu ini  - kasih sayang pada dua orang utama yang telah membesarkannya.

Kata-kata Aimi selalu membuktikan bahawa dia sanggup lakukan apa saja demi ibu ayahnya.Aimi, you are that one friend that has always remind that the love for our parents should be on the top priority among everything else.Indeed, you are one precious gem.

Kami bertemu di Pasar Seni, berjalan beriringan menghargai indahnya lukisan kemudian singgah sebentar di Lee Wah Florist.Saya amat gemari Eustoma, cukup melihatnya sudah menimbulkan kebahagiaan.Kunjungan kali ini, buat hati tertawan pada bunga Peoni ; padan sekali harga setangkai sudah mencecah RM 19-22, kalau kaukucup harumannya pasti terukir senyum manis di bibir.Harum sekali.

Peony ; symbolize romance and prosperity.

Manis dan harum.

Kemudian kami berdua makan tengah hari di Luckin Kopi.Tiba-tiba Aimi letakkan sekuntum mawar merah dan surat atas meja.Tersenyum.Terima kasih Aimi, atas titipan kebahagiaan ini.Saya tahu hari-hari mendatang pabila bunga ini bertukar tempat di atas meja belajar,pasti menghidupkan lagi harapan dan impian saya.






Terima kasih Aimi Samihah buat inspirasi hari ini.

Sekian hal persahabatan.

Tulisan ini sepanjang lrt KLCC-Gombak.
12 Januari 2020

p/s : Aimi, I wrote this before I read your letter.Ikhlas ya hehe.

Kejarlah impianmu Aimi,kehidupan ini memang peluang untuk kita belajar dan perbetulkan kesalahan.Decisions lead to redirections.Pilihan-pilihan dalam hidup itu yang membina diri kita,lebih teguh dan berani menghadapi apapun yang hidup ini lemparkan.Kadang-kadang jalannya nampak lurus,tenang sekali.Di saat, perih susah yang bikin air mata itu bercucuranlah akan jadi pengajaran hidup yang paling besar.Mungkin fasa sukar ini akan kaukenangkan sebagai pendorong yang menolak kamu untuk berusaha lebih lagi dan kejayaan selepas ini akan jadi manis yang lebih istimewa.Selalu yakin dan percaya yang kita semua ini hebat dalam cara tersendiri.You can do this,Aimi.Saat begini,balutkan kemas pengharapan dan pergantungan pada Tuhan,pasti ada jalannya.

Didoakan yang terbaik buatmu,Aimi Samihah.

Ikhlas,
Farrah Wahida.

Impian

Wawasan 2022

01:05
Alhamdulillah , dah habis 4 paper.Dua lagi.


-Statistical Psychology
-Bahasa Melayu Kerjaya
-Social Psychology
-Developmental Psychology
Done!

-Research Methodology
-History of Psychology
Dengan ini saya akan mengakhiri tahun kedua semester kedua ^.^ Yey! 2020 ni teringat pulak di waktu senggang tika menonton movie 5cm dengan Sofea, tiba-tiba aku cadangkan 

"Nanti aku 24,kita daki Semeru"

"Ok"

Walaupun setiap kali mendaki pastilah Sofea di hadapan,dan aku antara orang-orang yang terakhir.Alasanku?Menemani rakan yang ada asma, padahal hmpphh aku pun sama ja lambat T_T

Dan setiap kali menonton 5 cm ,perkara sama juga yang aku ingatkan pada Sofea.Hmm, jadi ke tidak? Tak tahu, tapi tak salah kan simpan impian.Kalau tak sampai Gunung Semeru, semoga puncak Gunung Kinabalu dapat ditawan.Kalau pasang impian kan biarlah setinggi langit.

Jadi apakah motif posting kali ini?Tidak ada hehe.Harus seimbangkan penulisan serius dan separa jenaka.Pesan rakan saya, seiring waktu berjalan,tingkatkan kualiti humor (kidding,people!)

Jadi untuk mencapai wawasan 2022,marilah kita tingkatkan kesihatan mental dan fizikal.Kasut sukan, baju sukan, seluar,yoga mat -semuanya sudah ada.Semangat dan usaha itu yang kita perlukan.Ayuh, kita bersenam!

Cuti semester ini harapnya dapat tingkatkan skil melayangkan berus di atas kertas.

Kenapa baca sampai sini,kan sudah diberitahu posting kali ini tiada motif. 😂
2020

Attached

19:34
2020 is not a new me ; new Farrah year.As yesterday on the first day of January ,Farrah was still figuring out why she is not feeling excited which is something unusual of her.It's just another day, I told myself.Maybe it is because I'm not feeling well - runny nose,sore throat and coughing.Maybe because I'm afraid of the examinations because I am not well prepared.

Alhamdulillah, today after the Zuhr prayer I can feel the feeling of calmness inside me.The long-awaited feelings of serenity.I feel attached to Him again, and I do hope it will be a continuous feeling.Yes ,our iman fluctuates it has its ups and downs and it is my responsibility upon my deen - to make it fresh and awaken as always.You know how it feels to be disengaged, like there is a void in my heart.After so long, I know ( and I can feel it again) that the peacefulness can only be achieved when you have reached that realization of - Allah, how ignorant of me to keep putting my expectation and hope not at the right place.To keep thinking that hey, I got this.But ,no sometimes you need to just admit to God that it is His strength that keep you sane.It is the love that He endowed upon us that spark the light in me.Human, we can be so egoist - we can't even admit that we are crippled without Allah.

You know, some things are beyond our expectation.Allah alone can bless us and take it all back in a blink.It was magical how He was able to wash away the anger,hatred,resentments,guilts and all the negative feelings with one event.It is as if all those mixed feelings filled with the animosity that is crumpled deep down in your heart is taken out and it vanished just like that.I do question myself, how did it happen,because it makes no sense to me.

Till now,the answer is only one ; Ar-Rahim.

It is undescribable, too beautiful to be typed into words.

Terima kasih Allah untuk rasa-rasa ini dan semangat yang menghidupkan.Kau terlalu baik ,atas segala khilaf yang telah hambaMu lakukan.Kau terlalu baik.Sekali lagi Engkau mengingatkan pengharapan dan kekuatan itu hanya milik-Mu.Tali yang paling kuat itu hanya layak dalam genggamanmu.All the redirections and the paths that have been spread before my eyes indeed are the proof that You exist.It is me, who need to improve myself to be a better human and a Muslim hopefully.Memang bukan mudah,tapi kita mampu kan menjadi lebih baik.

Di bawah dititipkan doa indah perkongsian saudari @rnadiasabrina. Moga bermanfaat buat kita semua.

"O God, grant us your Divine Love,
spread love and peace between us,
grant us the love of those You love,
grant us the love of those who love You,
grant us the love of doing the things that earn your Divine Love,
please make our love towards You the thing that we love the most"
.
”O Allah! I ask You for Your Love and the love of those who love You, and deeds which will cause me to attain Your Love. O Allah! Make Your Love dearer to me than myself, my family and the cold water”

- - -

Ya Allah, kurniakan kami kecintaanMu,
kurniakan kami kecintaan terhadap mereka yang Kau cintai,
kurniakan kami kecintaan terhadap mereka yang mencintaiMu,
kurniakan kami kecintaan terhadap segala perkara yang mendekatkan kami kepadaMu dan cinta Agung Mu,
jadikanlah cinta kami kepadaMu sebagai perkara yang paling kami cintai,
dan jadikanlah cinta ini lebih indah dari air yang sangat sejuk diteguk pada hari yang panas terik.